Senin, 06 November 2017

Langkah-langkah Menggosok Gigi




Yang jarang dilakukan orang adalah menyikat lidah terlebih dahulu sebelum menyikat gigi. Membersihkan lidah penting dilakukan untuk menghilangkan bakteri anaerob yang menyebabkan bau mulut. Sikat lidah pun menggunakan bulu sikat dan juga menggunakan pasta gigi. 

Sikat lidah sejauh yang bisa dijangkau. Semakin jauh ke dalam lidah, semakin bagus karena di bagian paling dalam lidah, banyak bakteri bersarang. Sikat lidah dengan lembut agar jangan sampai melukai lidah.

Tujuh tahap menyikat gigi

Seperti yang dilansir oleh Hello Sehat, setelah menyikat lidah, tahapan menyikat gigi adalah sebagai berikut:
1. Letakkan bulu sikat gigi pada permukaan gigi dekat tepi gusi dengan posisi membentuk sudut 45 derajat. Mulailah menyikat gigi geraham atas atau gigi belakang di salah satu sisi mulut. Sikatlah dengan gerakan melingkar dari atas ke bawah selama sekitar 20 detik untuk setiap bagian.

2. Sikat setiap bagian gigi, mulai dari bagian gigi yang biasa dipakai untuk mengunyah, gigi yang dekat dengan pipi dan lidah. Pastikan semua permukaan gigi sudah disikat, sehingga plak atau sisa makanan yang menempel di gigi bisa hilang.

3. Untuk membersihkan permukaan dalam gigi depan, pegang sikat gigi dalam posisi vertikal atau gunakan ujung kepala sikat gigi, lalu sikat dengan gerakan melingkar dari tepi gusi sampai atas gigi. Lakukan gerakan ini berulang sebanyak 2-3 kali.

4. Ubah pola menyikat gigi jika diperlukan. Kadang, menyikat gigi dengan cara yang sama membuat ada bagian gigi lain terabaikan.

5. Jika menyikat gigi dimulai dari bagian geraham atas, maka sikatan akhir pada gigi geraham bawah. Durasi waktu untuk menyikat gigi seluruh bagian sekitar 2-3 menit dan baru setelah itu kumur-kumur hingga gigi bersih.

6. Jangan menyikat gigi terlalu keras atau terlalu memberi tekanan pada gigi karena ini akan menyakitkan gigi dan gusi. Terlalu keras menyikat gigi sebenarnya tidak membantu membersihkan gigi lebih baik juga. Justru, hal ini dapat menyebabkan permukaan luar gigi (enamel) terkikis dan ini adalah asal mula dari gigi sensitif.

7. Menyikat gigi dengan gerakan lurus (bukan melingkar) bukanlah cara yang efektif dalam membersihkan gigi. Menyikat gigi dengan gerakan lurus dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan permanen pada gusi.



Mari kita ikuti langkah-langkah diatas untuk menjaga gigi kita

Minggu, 05 November 2017

Pentingnya Menggosok Gigi


Menyikat gigi itu apa sih?
Kegiatan rutin yang selalu kita lakukan untuk membersihkan gigi.

Mengapa kita harus menggosok gigi?
Supaya gigi menjadi sehat dan bersih dari kuman dan membuat gigi tampak putih.

Dalam sehari berapa kali menggosok gigi yang baik itu? Kapan?
Menggosok gigi setidaknya dilakukan 2x dalam sehari. Yaitu pada pagi hari setelah kita sarapan dan malam hari sebelum tidur.

Pada malam hari juga harus sikat gigi ya?
Iya, karena aktifitas kuman tidaklah berhenti di malam hari, mereka tidak tidur! Ya ini adalah berita buruk, ketika kita tidur air liur perlahan mulai menurunkan jumlah produksinya. Seiring dengan itu pelindung kita yaitu saliva diproduksi menurun ke titik terendahnya. Akibatnya gigi menjadi kurang terlindungi dari serangan asam dan menjadi berlubang sehingga menimbulkan rasa sakit. Jadi menyikat gigi sebelum tidur sangatlah penting





Ayo teman-teman mulai sekarang kita lebih rajin lagi menggosok gigi ternyata menggosok gigi itu penting loh

Sabtu, 04 November 2017

Macam Macam Gerakan ROM

Yukkkk mari kita sama-sama belajar untuk menambah ilmu semoga bermanfaat.


Macam-Macam Gerakan Range of Motion (ROM)
1.    Leher
Fleksi 45⁰ gerakan dagu menempel ke dada
Ekstensi 45⁰ kembali ke posisi tegak (kepala tegak)
Hiperekstensi 10⁰ menggerakkan kepala kearah belakang
Rotasi 180⁰ memutar kepala sebanyak 4 kali putaran
Fleksi lateral kanan 40-45⁰ dan fleksi lateral kiri 40-45⁰ memiringkan kepala menuju kedua bahu kiri dan kanan


2.    Bahu
Fleksi 180⁰ menaikkan lengan ke atas sejajar dengan kepala
Ekstensi 180⁰ mengembalikan lengan ke posisi semula
Hiperekstensi 45-60⁰ menggerakkan lengan ke belakang
Abduksi 180⁰ lengan dalam keadaan lurus sejajar bahu lalu gerakkan kearah kepala
Adduksi 360⁰ lengan kembali ke posisi tubuh
Rotasi internal 90⁰ tangan lurus sejajar bahu lalu gerakkan dari bagian siku kearah kepala secara berulang
Rotasi eksternal 90⁰ dan kearah bawah secara berulang



3.    Siku
Fleksi 150⁰ menggerakkan daerah siku  mendekati lengan atas
Ekstensi 150⁰ dan luruskan kembali



4.    Lengan bawah
Supinasi 70-90⁰ menggerakkan tangan dengan telapak tangan diatas
Pronasi 70-90⁰ menggerakkan tangan dengan telapak tangan dibawah



5.    Pergelangan tangan
Fleksi 80-90⁰ menggerakkan pergelangan tangan kearah bawah
Ekstensi 80-90⁰ menggerakkan tangan kembali lurus
Hiperekstensi 89-90⁰ menggerakkan tangan kearah atas



6.    Jari-jari tangan
Fleksi 90⁰ tangan menggenggam
Ekstensi 90⁰ membuka genggaman
Hiperekstensi  30-60⁰ menggerakkan jari-jari kearah atas
Abduksi 30⁰ meregangkan jari-jari tangan
Adduksi 30⁰ merapatkan kembali jari-jari tangan



7.    Ibu jari
Fleksi 90⁰ menggenggam
Ekstensi 90⁰ membuka genggaman
Abduksi 30⁰ menjauhkan/meregangkan ibu jari
Adduksi 30⁰ mendekatkan kembali ibu jari
Oposisi mendekatkan ibu jari ke telapak tangan



8.        Pinggul
Fleksi 90-120⁰ menggerakkan tungkai keatas
Ekstensi 90-120⁰ meluruskan tungkai
Hiperekstensi 30-50⁰ menggerakkan tungkai kebelakang
Abduksi 30-50⁰ menggerakkan tungkai ke samping menjauhi tubuh
Adduksi 30-50⁰ merapatkan tungkai kembali mendekat ke tubuh
Rotasi internal 90⁰ memutar tungkai kearah dalam
Rotasi eksternal 90⁰ memutar tungkai kearah luar



9.    Lutut
Fleksi 120-130⁰ menggerakkan lutut kearah belakang
Ekstensi 120-130⁰ menggerakkan lutut kembali keposisi semula lurus



10.    Mata kaki
Dorso fleksi 20-30⁰ menggerakkan telapak kaki kearah atas
Plantar fleksi 20-30⁰ menggerakkan telapak kaki kearah bawah



11.    Kaki
Inversi/supinasi 10⁰ memutar/mengarahkan telapak kaki kearah samping dalam
Eversi/Pronasi 10⁰ memutar/mengarahkan telapak kaki kearah samping luar



12.    Jari-jari kaki
Fleksi 30-60⁰ menekuk jari-jari kaki kearah bawah
Ekstensi 30-60⁰ meluruskan kembali jari-jari kaki
Abduksi 15⁰ mereganggkan jari-jari kaki
Adduksi 15⁰ merapatkan kembali jari-jari kaki






Sekian dan terimakasih teman-teman mohon maaf jika ada yang salah

Jumat, 03 November 2017

Latihan ROM Bisa Untuk Pasien Stroke

Hallo teman-temanku para pemburu ilmu
Kalian tau gak sebenernya apa sih sakit stroke itu? Oh stroke itu penyakitnya orang tua yang fungsi tubuhnya udah gak normal itu loh. Hmm kalau kalian hanya tau itu mari kita ulas bersama apa sih penyakit stroke itu?
Sebenernya ada juga loh latihan sederhana yang bisa dilakukan sendiri oleh pasien stroke dan ada juga latihan yang harus dibantu oleh perawat. Kepo kan?
Yukkk kita baca tulisan dibawah ini untuk sedikit menambah pengetahuan kita supaya kita bisa sedikit membantu pasien stroke.

Latihan Range of Motion (ROM) untuk Pasien Stroke
Stroke adalah suatu kejadian rusaknya sebagian dari otak. Terjadi jika pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak tersumbat, atau jika robek atau bocor. Stroke juga dapat diartikan hilangnya fungsi-fungsi otak dengan cepat, karena gangguan suplai darah ke otak. Hal ini dapat terjadi karena iskemia (berkurangnya aliran darah) dikarenakan oleh penyumbatan atau adanya pendarahan.
Stroke iskemik disebabkan oleh cabang pembuluh darah di otak mengalami penyumbatan biasanya diakibatkan oleh kolesterol dan racun dalam tubuh seperti radikal bebas. Klasifikasi stroke iskemik yang ideal harus terdiri dari semua hal mendasar patologi yang berpotensi menunjukkan kejadian indeks dan menekankan etiologi dan patofisiologis. Klasifikasi ditargetkan untuk meggambarkan patologi yang mendasarinya, tanpa menyoroti yang paling banyak kemungkinan etiologi stroke iskemik.
Studi bertujuan mengeksplorasikan hubungan Lymphocyte-to-Monocyte Ratio (LMR) dan tingkat keparahan stroke. Prediktif nilai LMR pada hasil fungsional LMR 3 bulan pada pasien dengan Akut Iskemik Stroke (AIS). Studi menggunakan korelasi untuk mengevaluasi hubungan antara LMR dan tingkat keparahan stroke. Analisis digunakan untuk menilai faktor resiko keparahan dan prognosis stroke.
Ada variasi geografis dalam kualitas layanan kesehatan namun kurang jelas strategi untuk meningkatkan kualitas di daerah tertinggal. Studi menandai kualitas perawatan untuk menilai apakah ada peningkatan akses terhadap layanan neurologis yang berpotensi menjembatani kualitas perawatan kesenjangan terutama dalam hal administrasi alteplase (rt-PA). Rumah sakit non metropolitan tampil lebih buruk daripada rumah sakit metropolitan pada semua perawatan stroke yang dinilai dari ukuran kualitas. Pusat stroke bersertifikat di setiap penunjukan geografis memberikan kualitas perawatan yang lebih tinggi.
Risiko terjadinya stroke meningkat seiring dengan berat dan banyaknya faktor risiko. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi pada penyakit stroke diantaranya adalah riwayat stroke, hipertensi, penyakit jantung, diabetes melitus, penyakit karotis asimptomatis, transient ischemic attack, hiperkolesterolemia, penggunaan kontrasepsi oral, obesitas, merokok, alkoholik, penggunaan narkotik, hiperhomosisteinemia, antibodi antifosfolipid, hiperurisemia, peninggian hematokrit, dan peningkatan kadar fibrinogen, sedangkan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi yaitu umur, jenis kelamin, herediter, dan ras/etnis.
Bagi tenaga kesehatan, pada pasien yang memiliki faktor risiko stroke, hendaknya melakukan penatalaksanaan faktor risiko dan memberikan edukasi yang tepat. Salah satu asuhan keperawatan yang bisa kita terapkan kepada pasien stroke yaitu melatih ROM pada pasien. Range Of Motion (ROM) adalah latihan yang dilakukan untuk mempertahankan atau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan menggerakkan persendian secara normal dan lengkap untuk meningkatkan massa otot dan tonus otot. Tujuan ROM adalah untuk meningkatkan atau mempertahankan fleksibilitas dan kekuatan otot, mempertahankan fungsi jantung dan pernapasan, mencegah kontraktur dan kekakuan pada sendi. Sedangkan manfaat latihan ROM adalah untuk menentukan nilai kemampuan sendi tulang dan otot dalam melakukan pergerakan, memperbaiki tonus otot, memperbaiki toleransi otot untuk latihan, mencegah terjadinya kekakuan sendi, memperlancar sirkulasi darah dengan dilakukannya latihan ROM pada pasien. Latihan ROM dikatakan dapat mencegah terjadinya penurunan fleksibilitas sendi dan kekakuan sendi. Pernyataan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Tseng et al (2007) yang mengungkapkan bahwa latihan Range of Motion (ROM) dapat meningkatkan fleksibilitas dan luas gerak sendi pada pasien stroke.






DAFTAR PUSTAKA
Radu, A. R., Terecoasa, O. E., & Bajenaru, O. A. (2017). Etiologic Classification of Ischemic Stroke . Clinical Neurology and Neurosurgery, 96 - 106.
Rahayu, K. N. (2015). Pengaruh Pemberian Latihan Range of Motion Terhadap Kemampuan Motorik Pada Pasien Post Stroke di RSUD Gambiran. Jurnal Keperawatan, 102 - 107.
Seabury, S., Bognar, K., & Huber, C. (2017). Regional Dispirities in the Quality of Stroke. American Journal of Emergency Medicine, 1234 - 1239.
Sofyan, A. M., Sihombing, I. Y., & Hamra, Y. (2012). Hubungan Umur, Jenis Kelamin dan Hipertensi dengan Kejadian Stroke. Jurnal Keperawatan, 24 - 29.







“Tidak ada rahasia untuk menggapai kesuksesan. Sukses dapat terjadi karena persiapan, kerja keras dan mau belajar dari kegagalan” (General Collin Power)

Langkah-langkah Menggosok Gigi

Yang jarang dilakukan orang adalah menyikat lidah terlebih dahulu sebelum menyikat gigi. Membersihkan lidah penting dilakukan untuk ...